Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  4. 4
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  5. 5
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  6. 6
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaEkonomiBagi Pengrajin, Gentengisasi Seakan Kabar dari Surga
Ekonomi

Bagi Pengrajin, Gentengisasi Seakan Kabar dari Surga

A
Admin Bimata
12 Februari 20262 menit baca1 dilihat

Tasikmalaya — Program Gentengisasi yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto membangkitkan semangat pengrajin genteng di sejumlah daerah. Beberapa di antaranya adalah para pengrajin di daerah Priangan Timur, Jawa Barat, yang mencakup Kabupaten Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Nurdin, pengrajin genteng tanah liat asal Kampung Ablok, Kelurahan Sinar Galih, Kecamatan Langensari, Kabupaten Banjar, mengatakan Gentengisasi membuat dia bersemangat lagi.

Dia mengaku sudah lama tak lagi membuat genteng karena permintaan yang sudah sangat jarang. Padahal, sudah sejak lama mereka mengandalkan usaha pembuatan genteng untuk bertahan hidup.

Baca Juga
Ekonomi

Kabar Baik! Tarif Kereta Diskon 30 Persen saat Lebaran, Pesawat Diskon 18 Persen

Nurdin masih ingat, puncak permintaan genteng terjadi pada 2015, setelah itu terus menurun. Untuk bisa tetap menghidupi keluarga, Nurdin mencoba membuat bata tanah.

Kini, dia sangat berharap dengan program Gentengisasi yang digagas Prabowo. Menurutnya, program ini seakan kabar dari surga,”

“(Semoga) Pak Presiden Prabowo mau memperhatikan pengrajin kecil yang sudah hampir punah ini. Di Langen (Kecamatan Langensari) tinggal satu-satunya saya (pengrajin) yang masih bertahan,” kata Nurdin, pada Sarasehan Ekonomi Kerakyatan bertema Dari Tanah Menjadi Atap: Industri Genteng Tradisional Perkuat Kemandirian Ekonomi, di Tasikmalaya, dikutip Kamis (12/2).

Nurdin dan puluhan pengrajin genteng di Banjar mengaku sudah lama tidak merasakan kepedulian dari pemerintah. Menurutnya, tekad Prabowo menggerakkan program Gentengisasi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap usaha masyarakat kecil.

Pengajar Program Pascasarjana Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Edy Suroso mengatakan Gentengisasi merupakan salah satu program strategis hasil dari visi kerakyatan Prabowo.

Menurutnya, Prabowo amat jeli dalam membantu masyarakat bawah untuk bangkit. Edy mengatakan Gentengisasi memiliki karakter ekonomi kerakyatan yang berbasis padat karya, sumber daya lokal, dan punya data tahan terhadap krisis.

“Belum lagi industri genteng yang dikerjakan rakyat memiliki serapan tenaga kerja, memutar ekonomi lokal dan identitas dari kearifan lokal,” kata dia.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kota Tasikmalaya, Agus Rudianto mengatakan, jika program ini ingin menyentuh pengrajin kecil, maka harus diperkuat dengan manajemen koperasi yang andal.

Menurutnya, industri rakyat rentan tergulung korporasi besar, mengingat koperasi lemah secara struktural dan butuh afirmasi kebijakan pemerintah.

“Agar pengrajin genteng tanah tradisional bisa mendapat manfaat dari program Gentengisasi, maka koperasi yang menaungi pengrajin harus dikonsolidasikan. Rancang standardisasi produksi dan perlindungan regulasi,” kata Agus.

Selain itu, akses modal juga harus dimudahkan. Agar jangkauan lebih luas, dia juga menyarankan agar pengrajin juga diberi edukasi mengenai digitalisasi untuk memudahkan pemasaran produksi genteng.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Ekonomi

Kabar Baik! Tarif Kereta Diskon 30 Persen saat Lebaran, Pesawat Diskon 18 Persen

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·1 mnt
Ekonomi

Denny Sumargo Dukung Peluncuran TCL A400 Pro, TV Premium Estetik Eksklusif di INFORMA

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Kisah Petani Sayuran di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Pemerintah: Belum Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang

Admin Bimata·sekitar 2 bulan yang lalu·1 mnt

Diperbarui: sekitar 1 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.