Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaEkonomiBatik Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Kekuatan Ekonomi dan Gaya Hidup
Ekonomi

Batik Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Kekuatan Ekonomi dan Gaya Hidup

A
Admin Bimata
04 Agustus 20252 menit baca3 dilihat

BIMATA.ID, Jakarta – Sektor fesyen terus menjadi tulang punggung industri kreatif nasional, memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia. Selain menyerap jutaan tenaga kerja, fesyen juga menjadi refleksi kekayaan budaya bangsa. Industri kecil dan menengah (IKM), termasuk pengrajin batik, mencatat kontribusi sebesar 6,92 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada tahun 2024.

Sebagai bagian dari strategi penguatan budaya sekaligus pengembangan ekonomi, pemerintah mendorong pelestarian batik lewat pendekatan yang modern dan inklusif. Salah satu bentuk dukungan ini terlihat dari kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan Yayasan Batik Indonesia (YBI) dalam penyelenggaraan acara Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025.

“Saya kira pemerintah memberikan apresiasi kepada YBI yang selama empat hari terakhir telah menggelar GBN 2025. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membumikan batik, menjadikannya bagian dari keseharian masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat hadir dalam acara Fun Run and Walk, Minggu (3/8) di Pasaraya Blok M, Jakarta.

Baca Juga
Ekonomi

Panic Buying Bukan Solusi, Pahami Risikonya agar Bisa Dicegah

Ekonomi

Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Belanja Dipercepat, Ekonomi Membaik

Baca Juga: Sugiono Apresiasi Peran Ahmad Muzani Antar Prabowo Jadi Presiden

Agus Gumiwang menegaskan pentingnya merubah persepsi publik terhadap batik yang selama ini sering dianggap ketinggalan zaman. Ia menekankan bahwa batik bisa tampil trendi dan menarik, terutama jika dirancang dengan desain kekinian dan dijadikan bagian dari gaya hidup anak muda.

“Batik tidak boleh hanya dianggap sebagai barang jadul, atau hanya digunakan oleh orang tua. Kalau didesain dengan baik dalam bentuk pakaian, aksesoris, atau sepatu, batik bisa jadi sesuatu yang keren, cool, dan menarik,” jelas Menperin.

Menperin juga menyebut bahwa penyelenggaraan Fun Run and Walk menjadi simbol pendekatan baru dalam mempopulerkan batik kepada generasi muda. Lewat kegiatan yang menyenangkan ini, batik dikenalkan dengan cara yang lebih rileks dan akrab dengan keseharian anak muda.

“Batik itu tidak boleh kaku. Kalau persepsinya tua atau jadul, ya jadi tidak fun. Maka dari itu, kita buat fun run, supaya batik bisa lintas generasi. Inilah yang harus kita terus sosialisasikan kepada generasi-generasi penerus,” tuturnya.

Lebih jauh, Menperin mendorong agar masyarakat, khususnya anak muda, bangga dan aktif mempromosikan batik ke kancah internasional. Namun, ia mengingatkan bahwa rasa bangga saja tidak cukup, dan harus diwujudkan lewat aksi nyata seperti membeli serta memakai produk batik secara rutin.

“Jadi kalau cinta sama bangga saja tidak cukup. Harus belanja, harus beli, sekecil apapun itu. Karena kalau kita belanja batik, artinya kita ikut berkontribusi terhadap penguatan ekosistem dari industri batik itu sendiri. Jadi kita harus berupaya untuk beli, belajar, dan menggunakan batik dalam keseharian kita,” tegasnya.

Acara Gelar Batik Nusantara feat. Industrial Festival 2025 telah berlangsung sejak 30 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Pasaraya Blok M. Melalui pameran, pertunjukan seni, dan kolaborasi kreatif antara pelaku industri dan talenta muda, ajang ini dirancang untuk membangkitkan kebanggaan terhadap batik sekaligus memperluas partisipasi anak muda dalam pembangunan industri berbasis budaya.

Simak Juga: Presiden Prabowo Ajak Rakyat Rayakan Kemerdekaan di Istana Merdeka

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Ekonomi

Panic Buying Bukan Solusi, Pahami Risikonya agar Bisa Dicegah

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·4 mnt
Ekonomi

Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Belanja Dipercepat, Ekonomi Membaik

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Menkeu Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5-6 Persen di Kuartal I Tahun Ini

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Demi Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 T di Bank BUMN

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt

Diperbarui: sekitar 2 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.