Begini Respons Istana Setelah Eks Pimpinan BGN-Wamen Imipas Ditahan Kasus Korupsi

BIMATA.ID, Jakarta - Istana angkat bicara terkait penahanan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, 2 eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Lodewijk Pusung serta Wakil Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim terkait kasus korupsi. Dadan, Sony, Lodewijk ditahan Kejagung sedangkan Silmy Karim ditahan KPK.
"Sesungguhnya dua hari ini kita sangat sangat prihatin, terus berulang kejadian yang jelas tidak kita harapkan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Kamis (4/6/2026).
Mensesneg menyebut Presiden Prabowo terus berpesan semua pihak di unsur pemerintahan agar tak terlibat korupsi dan berbenah diri.
"Tidak bosan-bosan dalam berbagai kesempatan Bapak Presiden selalu mengingatkan kita semua untuk marilah membenahi diri dan melawan praktik-praktik korupsi di dalam menjalankan tugas sehari-hari," ujarnya.
Pras menegaskan pemerintah menghormati proses hukum yang berlangsung. Pemerintah, lanjut dia, akan segera menindaklanjuti ihwal jabatan mereka di pemerintahan sesuai peraturan perundang-undangan.
"Tentunya pemerintah menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh aparat penegak hukum, baik kejaksaan maupun KPK dan berkenaan dengan jabatan yang melekat kepada mereka-mereka yang tengah menjalani proses hukum, akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Waketum Gerindra itu.
Di sisi lain, Pras mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto agar proses hukum terhadap Silmy tak memengaruhi pelayanan publik.
"Dan kami juga telah berkomunikasi dengan Men Imipas untuk memastikan peristiwa ini tidak mengganggu pelayanan kepada seluruh masyarakat," kata dia.
Diketahui Silmy Karim telah selesai diperiksa penyidik KPK. Usai semalaman diperiksa, Silmy pagi ini turun dari ruang penyidik KPK dengan menggunakan rompi tahanan warna oranye.
Berita Terkait
Diperbarui: 19 menit yang lalu
Komentar (0)
Masuk untuk berkomentar.



