Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

09 Juni 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  2. 2
    Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Kapolda Metro Jaya Serahkan Pin Emas Kapolri ke Personel Ditresnarkoba

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  3. 3
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·2 bulan yang lalu

  4. 4
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    8 Tips Memilih Service AC Jogja Sleman Bantul Terbaik

    Bisnis·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Prabowo59#Prabowo Subianto39#Sugiono12#Menlu10#Mbg8#Gerindra8#Bgn8#Ekonomi8#Pancasila5#Sekolah Rakyat5#SMPN 111 Jakarta5#Pemerintah5#Menteri Luar Negeri5#Prasetyo Hadi4#Gaza4#Wni4#Hari Lahir Pancasila3#Ekspor3
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaEkonomiBela 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing, Pemerintah Minta Harga TBS Naik
Ekonomi

Bela 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing, Pemerintah Minta Harga TBS Naik

D
Dwi Fatimah
09 Juni 202613 dilihatEd: Dwi Fatimah
Bela 15 Juta Petani Sawit dari Praktik Under Invoicing, Pemerintah Minta Harga TBS Naik
Bagikan

Jakarta, 8 Juni 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengimplementasikan arahan Presiden untuk menertibkan praktik under invoicing dan under pricing, khususnya di sektor sawit.

Terbaru, pada Senin (8/6), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan perusahaan-perusahaan sawit serta perwakilan petani di kantornya.

Hasilnya, Amran memerintahkan perusahaan untuk menaikkan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani minimal 10 persen.

Baca Juga
Program MBG Dongkrak Ekonomi Petani Sayur Cipanas, Bantu Modal hingga Penuhi Kebutuhan Keluarga
Ekonomi

Program MBG Dongkrak Ekonomi Petani Sayur Cipanas, Bantu Modal hingga Penuhi Kebutuhan Keluarga

Petani di Cipanas Rasakan Dampak Nyata MBG: Penghasilan Naik, Uang Sekolah Terjamin
Ekonomi

Petani di Cipanas Rasakan Dampak Nyata MBG: Penghasilan Naik, Uang Sekolah Terjamin

“Kita sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu naik lebih tinggi. Kenapa? Nilai tukar dolar terhadap rupiah mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Jadi, minimal harga TBS harus kembali seperti semula,” tegas Amran, Senin (8/6).

Perlu diketahui, harga TBS sawit merupakan harga tandan buah yang dipanen langsung dari pohon kelapa sawit dan menjadi bahan baku utama untuk menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Mentan menemukan adanya indikasi under invoicing dan under pricing di industri ini karena terdapat anomali penurunan harga TBS di tengah kenaikan harga CPO dunia serta penguatan dolar AS.

“Harga CPO dunia naik 47 persen, kurs dolar naik lebih dari 10 persen, tetapi harga TBS justru turun. Ini anomali. Tidak ada alasan harga tidak kembali normal, bahkan seharusnya naik sekitar 10 persen dari harga sebelumnya,” ujarnya.

Ultimatum 300 Perusahaan Demi Bela 15 Juta Petani

Saat ini, kata Amran, berdasarkan hasil koordinasi dengan Satgas Pangan Polri, terdapat sekitar 1.900 perusahaan sawit yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 270 hingga 300 perusahaan yang belum menaikkan harga TBS sawit.

“300 perusahaan ini akan kita cek, mengapa mereka tidak menaikkan harga TBS seperti semula,” tegas Amran.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik-praktik yang merugikan petani sawit.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementan, terdapat sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidupnya pada komoditas strategis tersebut.

“Kita harus menjaga petani kita. Ada 15 juta petani sawit di Indonesia. Tidak boleh kita rugikan mereka. Kalau harga dunia naik, kurs naik, tetapi harga di tingkat petani turun, itu tidak masuk akal,” ungkap Amran.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan harga TBS bahkan menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Bapak Presiden sangat jelas, bela petani. Harga TBS harus kembali seperti semula, bahkan naik sekitar 10 persen mengikuti pergerakan kurs dan harga dunia,” pungkas Amran.

Tag:#Pemerintah#Prabowo#Sawit#Petani#Amran Sulaiman#Menteri Pertanian
Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram

Berita Terkait

Lihat semua
Program MBG Dongkrak Ekonomi Petani Sayur Cipanas, Bantu Modal hingga Penuhi Kebutuhan Keluarga
Ekonomi

Program MBG Dongkrak Ekonomi Petani Sayur Cipanas, Bantu Modal hingga Penuhi Kebutuhan Keluarga

Dwi Fatimah·6 hari yang lalu·119
Petani di Cipanas Rasakan Dampak Nyata MBG: Penghasilan Naik, Uang Sekolah Terjamin
Ekonomi

Petani di Cipanas Rasakan Dampak Nyata MBG: Penghasilan Naik, Uang Sekolah Terjamin

Dwi Fatimah·6 hari yang lalu·108
Penerimaan Pajak Hingga Mei Tumbuh 22,1 Persen Jadi Rp834 T, Pemerintah: Bukti Perbaikan Ekonomi di Masyarakat
Ekonomi

Penerimaan Pajak Hingga Mei Tumbuh 22,1 Persen Jadi Rp834 T, Pemerintah: Bukti Perbaikan Ekonomi di Masyarakat

Dwi Fatimah·sekitar 7 jam yang lalu
Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah-DPR Bahas Aturan Baru Ekspor Sumber Daya Alam
Ekonomi

Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah-DPR Bahas Aturan Baru Ekspor Sumber Daya Alam

Dwi Fatimah·sekitar 9 jam yang lalu

Diperbarui: 4 menit yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.