Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaGaya HidupBGN Siapkan Sistem Digital Raksasa untuk Awasi Program Makan Bergizi Nasional
Gaya Hidup

BGN Siapkan Sistem Digital Raksasa untuk Awasi Program Makan Bergizi Nasional

A
Admin Bimata
24 Juni 20252 menit baca9 dilihat

BIMATA.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem digital berskala besar untuk memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Sistem ini dirancang untuk menjawab tantangan pengawasan terhadap jutaan penerima dan puluhan ribu dapur penyedia makanan bergizi.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan bahwa digitalisasi merupakan solusi krusial dalam menghadapi kompleksitas dan skala program MBG.

Baca Juga
Nasional

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ekonomi

Kisah Petani Sayuran di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG

“Bayangkan, kita harus memonitor pemberian makanan di 30.000 dapur dan menjangkau 82,9 juta penerima sasaran di seluruh Indonesia. Kalau tidak pakai sistem digital yang benar-benar bagus, akan sangat sulit,” kata Tigor.

Tigor menjelaskan bahwa sistem digital tersebut akan memantau seluruh rantai aktivitas pelaksanaan MBG, mulai dari proses produksi, pengemasan, pengiriman, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat.

Semua tahapan akan dikontrol secara real-time untuk menjamin kualitas dan ketepatan waktu.

“Jadi, semua itu memang dipikirkan dan dipertimbangkan, bagaimana supaya makanan disajikan tepat sasaran dalam kondisi baik, dengan waktu yang pas juga. Karena dari proses memasak sampai pengantaran itu juga harus dihitung,” terangnya.

Menurutnya, sistem digital yang tengah dikembangkan akan dirancang untuk menangani volume data sangat besar dan aktivitas operasional yang sangat dinamis.

Oleh karena itu, BGN menggandeng mitra teknologi yang kompeten untuk memastikan sistem tidak mengalami kegagalan teknis.

“Kami butuh perusahaan teknologi yang benar-benar kompeten. Jangan sampai bilang bisa, tapi sistemnya crash karena datanya besar sekali,” jelasnya.

Data dan pemetaan sebaran penerima manfaat menjadi landasan utama dalam strategi distribusi makanan.
Berdasarkan data BGN, sebaran anak sekolah terbanyak berada di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Hal ini menentukan di mana dapur-dapur MBG harus diprioritaskan dibangun.

“Itu artinya dapur-dapur harus banyak di daerah itu. Sebaliknya, di daerah seperti Kutai Barat, Kalimantan, di mana jangkauan sulit, mungkin satu dapur hanya bisa layani 1.000 anak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa satu dapur MBG idealnya melayani sekitar 3.000 anak dengan catatan waktu pengantaran tidak lebih dari 30 menit atau radius sekitar 6 kilometer.

“Kalau mengantar sampai satu jam untuk 3.000 anak, makanan bisa basi sebelum semua diantar,” ujar Tigor.

Sebagai perbandingan, Tigor mengungkap bahwa BGN juga belajar dari praktik di negara lain seperti Jepang dan India.

“Waktu kami tinjau di Jepang, mereka juga memperhitungkan jarak dan waktu pengantaran. Di India juga sama, sentral kitchen mereka melayani sesuai dengan radius tertentu,” pungkasnya.

 

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Nasional

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Kisah Petani Sayuran di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt
Arfadia Office Signage
Bisnis

Peran Strategis Digital Agency Profesional dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital 2026

Admin Bimata·sekitar 2 bulan yang lalu·7 mnt
Bisnis

Arfadia, Candi, RankV: Tiga Pilar Digital Agency Terbaik Pendorong Transformasi Bisnis di Indonesia

Admin Bimata·sekitar 2 bulan yang lalu·7 mnt

Diperbarui: kurang dari 1 menit yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.