Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaGaya HidupCakupan Program Makan Bergizi Gratis Ditarget Capai 20 Juta Penerima pada Agustus 2025
Gaya Hidup

Cakupan Program Makan Bergizi Gratis Ditarget Capai 20 Juta Penerima pada Agustus 2025

A
Admin Bimata
04 Juli 20252 menit baca7 dilihat

BIMATA.ID, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, memperkirakan cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan melonjak signifikan dari 5,2 juta menjadi 20 juta penerima manfaat pada Agustus 2025.

Lonjakan ini akan terjadi seiring dengan rampungnya pelatihan petugas serta kesiapan infrastruktur dapur yang menunjang pelaksanaan program.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Rachmat menyampaikan bahwa peningkatan tersebut dapat dicapai berkat percepatan proses pelatihan serta penyediaan fasilitas yang mendukung.

Baca Juga
Hukum & Kriminal

Prabowo Minta Disiplin Prosedur Ditingkatkan untuk Makan Bergizi Gratis

Nasional

Program Cek Kesehatan Gratis Jadi Strategi Preventif Perkuat BPJS Kesehatan

“Nah, menurut catatan yang saya dapat, bahwa bulan Agustus itu akan bisa melompat sampai 20 juta,” ujarnya.

Saat ini, program MBG masih berada pada tahap awal penyerapan anggaran,dari total alokasi sekitar Rp71 triliun, baru sekitar Rp5 triliun yang telah dibelanjakan. Rachmat menjelaskan bahwa realisasi belanja akan terus meningkat seiring dengan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas dapur yang sudah tersedia.

Ia menambahkan bahwa pelatihan petugas akan selesai menjelang Agustus, sehingga diperkirakan seluruh elemen pelaksana program dapat berjalan optimal.

“Karena dapurnya sudah ada, yang dilatih sekarang baru selesai nanti pada saat menjelang bulan Agustus. Nah, ini antara dapur, belanja, dengan petugas kan harus sejalan,” tuturnya.

Rachmat menyampaikan bahwa per Juli 2025, target awal sebesar 1.994 Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) telah tercapai.

Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah SPPG hingga 8.000 pada akhir Agustus, yang diyakini dapat melayani hingga 24 juta penerima manfaat.

Proyeksi peningkatan jumlah penerima manfaat juga akan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

Menurut Rachmat, jumlah SPPG yang aktif akan bertambah menjadi 14.000 pada September dan 21.000 pada Oktober, seiring dengan berjalannya pelatihan intensif bagi petugas.

Dengan target tersebut, pemerintah memperkirakan program MBG akan menjangkau hingga 42 juta penerima manfaat pada akhir Oktober 2025.

Capaian ini disebut sebagai tonggak penting dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia secara nasional.

Namun demikian, Rachmat mengingatkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait dengan rantai pasok logistik.

“Rantai pasok ini bisa terjadi di lingkungan dapur-dapur di mana SPPG sudah ada, penerima manfaat sudah ada. Belum tentu rantai pasoknya ini bisa tercukupi dalam waktu secepat-cepatnya,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan pengadaan alat makan seperti ompreng serta tantangan distribusi di daerah terpencil. Sebagai perbandingan, Rachmat menyebut bahwa Brazil memerlukan waktu 11 tahun untuk mengimplementasikan program serupa hingga menjangkau 20 juta orang.

“Kita menargetkan satu tahun, tapi ada tanda-tanda kita berhasil. Ya mari kita lihat sama-sama,” pungkasnya.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Hukum & Kriminal

Prabowo Minta Disiplin Prosedur Ditingkatkan untuk Makan Bergizi Gratis

Admin Bimata·4 bulan yang lalu·1 mnt
Nasional

Program Cek Kesehatan Gratis Jadi Strategi Preventif Perkuat BPJS Kesehatan

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt
Nasional

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Kisah Petani Sayuran di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt

Diperbarui: sekitar 3 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.