Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

26 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Kapolda Metro Jaya Serahkan Pin Emas Kapolri ke Personel Ditresnarkoba

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  6. 6
    8 Tips Memilih Service AC Jogja Sleman Bantul Terbaik

    Bisnis·sekitar 2 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Prabowo Subianto21#Prabowo20#Sugiono9#Menlu7#Gaza4#Wni4#Ekonomi3#BUMN3#Ekspor3#Menteri Luar Negeri3#DPR RI2#Wanita Tani2#HKTI2#Panen Raya2#Kebumen2#Hari Kebangkitan Nasional2#SDA1#Revitalisasi1
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaPendidikanPemulihan Pascabencana Jadi Fokus Pemerintah, 3.084 Sekolah di Sumatra Direvitalisasi
Pendidikan

Pemulihan Pascabencana Jadi Fokus Pemerintah, 3.084 Sekolah di Sumatra Direvitalisasi

Z
Zainal Bagoes Permadi
26 Mei 202610 dilihatEd: Zainal Bagoes Permadi
Pemulihan Pascabencana Jadi Fokus Pemerintah, 3.084 Sekolah di Sumatra Direvitalisasi
Bagikan

BIMATA.ID, Jakarta - Pemerintah menjadikan revitalisasi satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana sebagai salah satu fokus utama pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Hingga 12 Mei 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan bantuan revitalisasi untuk 3.084 sekolah di wilayah terdampak.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari menyatakan bahwa percepatan revitalisasi satuan pendidikan di Pulau Sumatra merupakan bentuk perhatian serius pemerintah bersama DPR RI terhadap penanganan pascabencana.

"Rapat koordinasi ini merupakan perhatian yang besar dari Bapak Presiden, dari pemerintah dan DPR RI terhadap bencana yang terjadi di Sumatra," kata Qodari dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Sumatra di DPR RI, Jakarta, Senin (25/5).

Baca Juga
Pendidikan

454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki, Pemerintah Percepat Perbaikan Pendidikan di Daerah Transmigrasi

Cerita Guru Sekolah Rakyat: Pemerintah Benar-Benar Menjamin Pendidikan Anak-Anak di Sekolah Rakyat
Nasional

Cerita Guru Sekolah Rakyat: Pemerintah Benar-Benar Menjamin Pendidikan Anak-Anak di Sekolah Rakyat

Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian menjelaskan, total sekolah terdampak bencana di Sumatra mencapai 4.992 sekolah. Dari jumlah tersebut, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi terhadap 3.084 sekolah.

"Kemudian yang sudah dibuat pekerjaan yang kerja sama oleh Kementerian Dikdasmen untuk renovasi rehabnya itu lebih kurang Rp3.084," katanya.

Mengenai masih adanya lebih dari 1.000 sekolah yang belum dilakukan revitalisasi, Tito menegaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah itu masih dalam tahap perencanaan pembangunan lanjutan.

"Nah masih ada sekitar seribuan lagi yang ditanyakan tadi, yang seribuan tadi bukan berarti didiamkan. Yang seribuan tadi nanti Kementerian Dikdasmen akan melakukan kerja sama lagi untuk rencana pembangunannya," jelas Tito.

Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran besar untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana Sumatra. "Anggaran yang sudah dikeluarkan Kementerian Dikdasmen Rp2 triliun yang sudah dicairkan. Masih ada lagi kira-kira Rp1,8 sampai Rp1,9 triliun," ungkapnya.

Selain kerusakan sekolah, Tito menyebut masih terdapat sejumlah infrastruktur lain seperti jembatan yang belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, proses belajar mengajar di sebagian besar wilayah terdampak tetap berjalan. Sejumlah sekolah masih menggunakan fasilitas sementara, terutama di kawasan rawan bencana yang direncanakan untuk direlokasi.

"Dari 4.922 sekolah, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, terutama di daerah merah yang diharap relokasi," ujarnya.

Menurut Tito, pemerintah saat ini juga tengah membahas kesiapan lokasi relokasi bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan bencana. Sementara itu, sebagian sekolah lain masih menggunakan fasilitas darurat atau menumpang di sekolah terdekat.

"Ada juga yang menumpang di sekolah yang lain. Ada juga yang di kelas darurat," katanya.

Tag:#Kemendikdasmen#Bakom ri#Sekolah#Pascabencana sumatera#Revitalisasi#Tito karnavian#Qodari
Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram

Berita Terkait

Lihat semua
Pendidikan

454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki, Pemerintah Percepat Perbaikan Pendidikan di Daerah Transmigrasi

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·2 mnt
Cerita Guru Sekolah Rakyat: Pemerintah Benar-Benar Menjamin Pendidikan Anak-Anak di Sekolah Rakyat
Nasional

Cerita Guru Sekolah Rakyat: Pemerintah Benar-Benar Menjamin Pendidikan Anak-Anak di Sekolah Rakyat

Dwi Fatimah·4 hari yang lalu·144
Nasional

Pemerintah Gabungkan 15 BUMN Logistik Jadi Satu Entitas, Target Selesai dalam Sebulan ke Depan

Admin Bimata·sekitar 2 bulan yang lalu·1 mnt·173
Nasional

Pemerintah Rampungkan 218 Jembatan, Anak Sekolah Kini Bisa Menyeberang dengan Aman

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·1 mnt

Diperbarui: 44 menit yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.