Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaPendidikanPrabowo Saat Resmikan Sekolah Asrama Gratis untuk Anak Miskin: Negara Tak Hanya Kejar Pertumbuhan, Harus Ada Pemerataan
Pendidikan

Prabowo Saat Resmikan Sekolah Asrama Gratis untuk Anak Miskin: Negara Tak Hanya Kejar Pertumbuhan, Harus Ada Pemerataan

A
Admin Bimata
13 Januari 20261 menit baca2 dilihat

Banjarbaru — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memastikan pemerataan kesejahteraan. Ia mengkritik perspektif neoliberalisme yang meyakini kekayaan akan menetes dengan sendirinya kepada rakyat kecil seiring pertumbuhan.

“Ini teori, tapi kenyataannya menetesnya kapan sampai ke bawah? Jangan-jangan menetesnya 300 tahun, kita sudah mati semua,” kata Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Menurut Prabowo, pendekatan tersebut tidak tepat diterapkan di Indonesia, sebuah negara yang merdeka melalui perjuangan panjang dan mewarisi kondisi ketimpangan sosial yang mendalam. Saat kemerdekaan diproklamasikan, kata dia, sebagian besar rakyat Indonesia tidak memiliki apa-apa.

Baca Juga
Nasional

Pemerintah Rampungkan 218 Jembatan, Anak Sekolah Kini Bisa Menyeberang dengan Aman

Nasional

Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Daerah Bencana dan Terpencil, Selesai Dibangun 2,5 Bulan

“Pertumbuhan harus disertai pemerataan. Saya ingatkan tujuan bernegara kita, tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan. Kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, para pendiri bangsa telah merumuskan arah negara melalui Undang-Undang Dasar 1945, yang secara tegas memuat amanat untuk memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

“Melindungi dari mana? Dari ancaman kelaparan, dari kemiskinan, dari ancaman penderitaan, dari ancaman penyakit. Ini tujuan kita merdeka,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh elemen bangsa, terutama kalangan terpelajar dan pengambil kebijakan, bahwa tujuan bernegara bukanlah memperkaya segelintir orang, melainkan memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Salah satu instrumen nyata untuk mencapai tujuan tersebut, kata Prabowo, adalah melalui program Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat didedikasikan oleh negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Melalui sekolah berasrama yang sepenuhnya ditanggung negara, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem—khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—dapat memperoleh kesempatan untuk mengubah nasib dan masa depan mereka.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Nasional

Pemerintah Rampungkan 218 Jembatan, Anak Sekolah Kini Bisa Menyeberang dengan Aman

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·1 mnt
Nasional

Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Daerah Bencana dan Terpencil, Selesai Dibangun 2,5 Bulan

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·2 mnt
Nasional

Penyadap Karet di OKI Ini Rasakan Manfaat MBG: Anak Makan Teratur dan Rajin Sekolah

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt
Pendidikan

454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki, Pemerintah Percepat Perbaikan Pendidikan di Daerah Transmigrasi

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·2 mnt

Diperbarui: sekitar 3 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.