Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  5. 5
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaNasionalRokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Kebijakan Lingkungan Hidup Tahun 2026
Nasional

Rokhmat Ardiyan Dorong Penguatan Kebijakan Lingkungan Hidup Tahun 2026

A
Admin Bimata
29 Januari 20262 menit baca5 dilihat

BIMATA.ID JAKARTA — Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyoroti kinerja Kementerian Lingkungan Hidup sepanjang 2025, khususnya terkait penanganan bencana dan kerusakan lingkungan. Ia menilai persoalan bencana hidrometeorologi masih menjadi tantangan besar nasional dan perlu mendapat penguatan kebijakan pada 2026.

Menurut Rokhmat, dampak bencana dirasakan cukup berat di sejumlah wilayah, terutama di Sumatera dan Jawa Barat, tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi signifikan akibat kerusakan infrastruktur dan lingkungan.

“Apalagi tadi disampaikan bahwa persoalan-persoalan bangsa Indonesia ini salah satunya adalah masalah bencana. Ya, hidrometeorologi dan bencana ini sangat cukup berat dirasakan bangsa Indonesia karena memakan korban jiwa,” ujar Rokhmat di sela Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Lingkungan Hidup di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

BACA JUGA: Arahan Prabowo untuk Dewan Energi: Hindari Impor BBM hingga Swasembada Energi

Ia menilai alih fungsi lahan dan kawasan hutan yang seharusnya menjadi daerah resapan air merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bencana. Kerusakan hutan dan daerah aliran sungai dinilai berkontribusi langsung terhadap banjir dan longsor yang terus berulang di berbagai daerah.

Rokhmat juga menyinggung langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah mencabut izin 28 perusahaan di wilayah Sumatera. Selain itu, ia mendorong pengembalian fungsi hutan yang dikelola PTPN dan Perhutani, terutama di Pulau Jawa yang memiliki keterbatasan lahan dan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

“Kami ingin mengembalikan fungsi hutan yang semestinya, agar hutan itu tidak diganggu, diberikan tanaman-tanaman endemik, pohon-pohon natif, pohon-pohon yang pengakarannya sangat kuat,” tegasnya.

Selain isu kehutanan, Rokhmat juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ia menyebutkan bahwa saat ini baru sekitar 25 persen sampah yang tertangani, sementara produksi sampah nasional mencapai sekitar 105 ribu ton per hari, sehingga dibutuhkan terobosan teknologi serta peningkatan kesadaran masyarakat.

BACA JUGA: Dapat Becak Listrik, Penarik Becak Sidoarjo Ramai-ramai Panjatkan Doa untuk Prabowo

“Yang kedua adalah masalah sampah. Betul, tadi Pak Menteri juga menyampaikan bahwa sampah yang terserap baru 25%, dan setiap hari Indonesia ada kurang lebih sekitar 105 ribu ton sampah per hari,” pungkasnya.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Artikel Lainnya di Nasional

Lihat semua
Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Aksi Guru Honorer di DPR
Nasional

Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Aksi Guru Honorer di DPR

Wahyu Widodo·sekitar 5 jam yang lalu
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”
Nasional

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”

Wahyu Widodo·sekitar 6 jam yang lalu
Nasional

Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Kapolda Metro Jaya Serahkan Pin Emas Kapolri ke Personel Ditresnarkoba

Admin Bimata·28 hari yang lalu·2 mnt·103
Nasional

Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

Admin Bimata·29 hari yang lalu·2 mnt·106

Diperbarui: sekitar 2 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.