Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaNasionalSederet Upaya Pemerintah Kendalikan Harga Pangan selama Ramadan 2026
Nasional

Sederet Upaya Pemerintah Kendalikan Harga Pangan selama Ramadan 2026

A
Admin Bimata
04 Maret 20262 menit baca4 dilihat

Jakarta – Pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan sepanjang Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas), mengatakan intervensi dilakukan secara masif sejak awal Februari guna memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa tanpa dihantui lonjakan harga kebutuhan pokok.

Sepanjang Februari 2026, Bapanas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.586 kali di 291 kabupaten/kota yang tersebar di 33 provinsi. Angka ini melonjak 116,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga
Nasional

El Nino Datang, Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan

Ekonomi

Pemerintah: Belum Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang

Melalui GPM, masyarakat dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, hingga aneka cabai dan komoditas strategis lainnya.

Tak hanya menggelar pasar murah, pemerintah juga memperkuat distribusi pangan antarwilayah lewat program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

“Hampir 10 ton cabai rawit dimobilisasi ke Jakarta dan Nusa Tenggara Barat untuk meredam gejolak Harga,” tulis Bapanas, Rabu (4/3).

Mobilisasi tersebut, sebanyak 4,3 ton di antaranya didatangkan dari Sulawesi Selatan, dengan biaya distribusi ditanggung pemerintah. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dinamika harga cabai yang sempat merangkak naik di sejumlah daerah.

Untuk komoditas beras, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digulirkan. Hingga akhir Februari 2026, penyaluran SPHP beras tahun 2025 oleh Perum Bulog telah mencapai 1,025 juta ton, dengan realisasi Februari saja sebesar 136 ribu ton.

Pada 2026, program SPHP beras kembali dilanjutkan dengan target 828 ribu ton. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan SPHP jagung pakan sebesar 242 ribu ton guna menjaga stabilitas harga di sektor perunggasan, yang turut memengaruhi harga daging ayam dan telur di pasaran.

Menjelang Idulfitri 2026, pemerintah memperkuat stimulus perlindungan daya beli melalui penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat.

Dari sisi pengawasan, rantai pasok pangan turut diperketat. Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Pangan telah melakukan pemantauan di 28.270 titik di seluruh Indonesia, mencakup produsen, agen, distributor, grosir, hingga ritel.

Berbagai langkah tersebut berkontribusi pada terkendalinya inflasi selama Ramadan tahun ini. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Ramadan 2026 tercatat sebesar 0,68 persen secara bulanan (month-to-month), lebih rendah dibandingkan periode Ramadan 2022 dan 2025.

Sementara itu, komponen volatile food pada Februari 2026 tercatat 2,50 persen (m-to-m), dengan andil 0,41 persen terhadap inflasi umum bulanan. Secara tahunan, inflasi pangan berada di level 4,64 persen, masih dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 3 hingga 5 persen.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Nasional

El Nino Datang, Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Pemerintah: Belum Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang

Admin Bimata·sekitar 2 bulan yang lalu·1 mnt
Nasional

Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·1 mnt
Nasional

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·2 mnt

Diperbarui: kurang dari 1 menit yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.