Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaPendidikanSendiri di Tengah Perbedaan, Siswi Berhijab Ini Menemukan Rumah Baru di Sekolah Rakyat Kupang
Pendidikan

Sendiri di Tengah Perbedaan, Siswi Berhijab Ini Menemukan Rumah Baru di Sekolah Rakyat Kupang

A
Admin Bimata
14 Januari 20263 menit baca1 dilihat

Kupang – Anisa Saharia (15) tumbuh dengan pengalaman hidup yang tidak mudah. Gadis asal Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu menjadi satu-satunya siswi Muslim dan berhijab di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang.

Dari total 100 siswa yang belajar di sekolah tersebut, 86 beragama Protestan, 13 Katolik, dan hanya Anisa yang memeluk agama Islam. Di tengah perbedaan keyakinan itu, Sekolah Rakyat menjadi ruang belajar tentang toleransi dan hidup berdampingan.

Sejak kecil, Anisa terbiasa menghadapi kehilangan. Ayahnya wafat saat ia masih duduk di kelas III sekolah dasar. Beberapa waktu kemudian, ibunya menikah lagi dan merantau ke Kalimantan. Sejak saat itu, Anisa tinggal bersama kakak ketiganya. Ia adalah anak dari delapan bersaudara.

Baca Juga
Pendidikan

Siswi SMA Taruna Nusantara Titipkan Harapan Masa Depan kepada Prabowo: Indonesia Bisa Makin Maju

Pendidikan

Siswi SMA Taruna Nusantara Kagumi Sosok Prabowo: Berani Berjuang untuk Rakyat dan Pendidikan

Pengalaman hidup tersebut membentuk kepribadiannya sejak dini. Sejak SD, Anisa kerap merasa minder. Tubuhnya yang lebih besar dibandingkan teman-teman seusianya membuat ia sering menjadi sasaran ejekan. Sekolah pun tak selalu menjadi ruang yang nyaman baginya. Ia lebih sering diam dan memendam perasaan.

Perasaan gugup kembali muncul saat pertama kali Anisa masuk ke Sekolah Rakyat. Ia takut tidak memiliki teman dan kembali mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Namun, waktu dan lingkungan yang aman perlahan mengubah segalanya.

“Perasaan Anissa saat masuk gugup. Tapi sesudah beberapa bulan, Anissa sudah berani. Karena sudah mempunyai teman yang banyak,” ujar Anisa saat ditemui di SRMP 19, Kompleks Sentra Erata, Kupang, beberapa waktu lalu.

Lebih dari empat bulan bersekolah di SRMP 19 Kupang menjadi titik balik baginya. Aturan tegas tanpa perundungan membuat Anisa merasa diterima dan dihargai. Rasa percaya diri yang sempat hilang perlahan kembali tumbuh. “Di sini dilarang membully. Jadi saya mulai percaya diri,” katanya.

Bagi Anisa, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah ruang aman, tempat ia menemukan dunia baru dan membangun kembali keberanian untuk menjadi diri sendiri.

Di tengah lingkungan dengan keyakinan yang berbeda, Anisa tetap dapat menjalankan ibadahnya. Meski harus salat seorang diri, ia tak pernah merasa dijauhkan. “Perasaan kayak, sepi. Kayak pergi kemu solat sendiri. Solat juga sendiri.,” tuturnya.

Namun, kepedulian teman-temannya kerap menguatkannya. Beberapa di antaranya sering mengantar Anisa ke musala ketika waktu salat tiba, sebuah gestur sederhana yang berarti besar baginya. “Dia bilang, Anisa mau pergi kemana? Saya bilang, ke Musola. Dia bilang mau ikut. Anisa bilang, ayo,” katanya sambil tersenyum.

Rasa sepi paling terasa saat jadwal kunjungan orang tua yang digelar setiap dua pekan sekali. Ketika teman-temannya dipeluk keluarga, Anisa hanya bisa menahan rindu.

“Kayak kawan-kawan dipeluk, Anisa tidak dapat dipeluk orang tua. Anisa ingin punya orang tua kembali. Biar bisa disayang. Kawan-kawan biasa dipeluk disayang. Anissa tidak. Anissa ingin dipeluk.,” ucapnya sambil terisak.

Meski demikian, Anisa memilih bersyukur. Selama tinggal di Sekolah Rakyat, kebutuhan dasarnya terpenuhi. Ia tinggal di asrama, memperoleh seragam, perlengkapan sekolah, serta makanan yang layak—semuanya disediakan secara gratis. “Kalau di rumah, ke sekolah enggak makan,” katanya.

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Anisa harus membantu kakaknya bekerja membuat kiri-kiri, sejenis makanan ringan, untuk dijual demi menambah penghasilan keluarga. Kini, ia bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan kebutuhan sehari-hari.

“Di sini makannya enak, kayak makan daging. Kalau di rumah makan apa adanya. Kalau ada ikan, ikan. Kalau ada sayur, sayur,” ujarnya. Anisa menyimpan harapan sederhana: menjadi anak yang berhasil, membanggakan keluarga, dan membuktikan bahwa keterbatasan hidup tidak menentukan masa depan.

Di akhir ceritanya, Anisa menyampaikan rasa terima kasih. “Terima kasih Bapak Prabowo sudah menghadirkan Sekolah Rakyat dengan fasilitas yang terjamin. Saya doakan Bapak Presiden sehat selalu,” katanya.

Bagi Anisa Saharia, Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah. Di sanalah, di tengah perbedaan, ia menemukan rumah, tempat ia merasa diterima, dilindungi, dan diberi ruang untuk tumbuh.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Pendidikan

Siswi SMA Taruna Nusantara Titipkan Harapan Masa Depan kepada Prabowo: Indonesia Bisa Makin Maju

Admin Bimata·4 bulan yang lalu·1 mnt
Pendidikan

Siswi SMA Taruna Nusantara Kagumi Sosok Prabowo: Berani Berjuang untuk Rakyat dan Pendidikan

Admin Bimata·4 bulan yang lalu·2 mnt
Pendidikan

Siswi Sekolah Rakyat Senang Dikunjungi Prabowo: Tak Ada Perundungan, Semua adalah Teman di Sini

Admin Bimata·4 bulan yang lalu·2 mnt
Nasional

Prabowo Ajak Ulama Rapatkan Barisan Dukung Perdamaian di Timur Tengah: Siapkan Upaya Konkret

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·1 mnt

Diperbarui: sekitar 4 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.