Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaInternasionalSepanjang 2025, Indonesia Ikut Pencalonan 10 Organisasi Internasional, Menlu: Seluruhnya Berhasil
Internasional

Sepanjang 2025, Indonesia Ikut Pencalonan 10 Organisasi Internasional, Menlu: Seluruhnya Berhasil

A
Admin Bimata
15 Januari 20262 menit baca3 dilihat

Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, sepanjang tahun 2025 Indonesia telah mengikuti 10 pencalonan penting di berbagai organisasi internasional sebagai bagian dari diplomasi ketahanan, guna memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu.

“Seluruhnya berhasil kita menangkan. Ini bukan sekadar angka, tetapi soal pengaruh dan dampak, sekaligus wujud kepercayaan kita terhadap prinsip-prinsip multilateralisme itu sendiri,” kata Menlu Sugiono dalam acara Pernyataan Pers Tahunan di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (14/1).

Menurut Menlu, keikutsertaan Indonesia dalam berbagai pencalonan tersebut mencerminkan komitmen politik luar negeri bebas dan aktif, yang tetap berangkat dari amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, sekaligus berkontribusi pada terciptanya ketertiban dunia.

Baca Juga
Internasional

Prabowo Tegaskan Indonesia Non Blok, Tak Akan Gabung Aliansi Militer

Internasional

Menlu: Indonesia Hubungi AS dan Iran, Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Sugiono menjelaskan, pencalonan Indonesia mencakup sektor-sektor strategis, antara lain perdamaian dan keamanan, hukum internasional, hak asasi manusia, pembangunan berkelanjutan, kesehatan, dan pendidikan, yang memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

“Mulai tahun 2026, Indonesia akan memegang berbagai peran kepemimpinan penting. Indonesia, melalui Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, menjadi satu dari tiga negara anggota Dewan Auditor PBB periode 2026–2032,” ujarnya.

Selain itu, pada 8 Januari lalu Indonesia juga resmi terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026. Menurut Menlu, mandat tersebut harus dijalankan secara imparsial, transparan, dan konstruktif.

Sugiono menambahkan, di berbagai forum teknis internasional, Indonesia juga terus memastikan kepentingan nasional diperhitungkan, mulai dari standar keselamatan pelayaran di International Maritime Organization (IMO) hingga penguatan konektivitas pos dunia di Universal Postal Union (UPU) yang berdampak langsung pada UMKM dan pengembangan e-commerce nasional.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Luar Negeri yang aktif mengawal upaya diplomasi Indonesia di panggung multilateral.

“Dan saya mengucapkan terima kasih saya khususnya kepada Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Natsir yang telah menggawangi, membina, dan membimbing upaya-upaya diplomasi Indonesia di panggung multilateral. Rule setting adalah bukti bahwa multilateralisme dapat bekerja dan berdampak langsung bagi kehidupan kita,” tutup Sugiono.

Dalam beberapa tahun terakhir, tatanan global menghadapi tekanan yang semakin besar akibat meningkatnya rivalitas geopolitik, konflik bersenjata, pelemahan tata kelola multilateral, serta penggunaan instrumen ekonomi dan teknologi sebagai alat tekanan politik.

Kondisi tersebut mendorong banyak negara untuk bersikap lebih protektif dan berorientasi pada kepentingan sempit nasional. Di tengah situasi tersebut, Indonesia memandang multilateralisme tetap relevan dan diperlukan, khususnya untuk memastikan aturan bersama tetap berjalan, menjaga stabilitas internasional, serta melindungi kepentingan negara berkembang.

Keikutsertaan Indonesia dalam berbagai pencalonan organisasi internasional merupakan bagian dari strategi untuk ikut membentuk aturan (rule shaping), bukan sekadar mengikuti keputusan yang dibuat pihak lain.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Internasional

Prabowo Tegaskan Indonesia Non Blok, Tak Akan Gabung Aliansi Militer

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·1 mnt
Internasional

Menlu: Indonesia Hubungi AS dan Iran, Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt
Internasional

Indonesia Sambut Baik Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·1 mnt
Internasional

Mahasiswa Indonesia Bersyukur Jalani Student Exchange di UEA, Buah Diplomasi Prabowo Saat Menhan

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt

Diperbarui: sekitar 2 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.