Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaNasionalTanti Pegawai SPPG Paseban Jelaskan Proses Masak: Bahan Baku MBG Dicek Ketat!
Nasional

Tanti Pegawai SPPG Paseban Jelaskan Proses Masak: Bahan Baku MBG Dicek Ketat!

A
Admin Bimata
20 Januari 20262 menit baca2 dilihat

Jakarta — Tanti Suhermayani (55), sudah tiga bulan bekerja di Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paseban, Jakarta Pusat. Awalnya, ia hanya mencuci ompreng atau wadah paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, kini ia mulai memasak dan kerap memperhatikan proses pembuatan MBG mulai dari persiapan bahan baku hingga distribusi. Ia menjelaskan semua bahan baku yang masuk ke dapur SPPG melalui proses pemeriksaan ketat sebelum diolah. Tanti menegaskan standar kualitas menjadi perhatian utama sejak bahan pangan tiba di lokasi.

“Begitu bahan baku datang, itu dicek dulu bagus atau enggak, segar atau enggak, layak dimasak atau tidak. Kalau memang sudah layak dan bagus, baru kami terima,” ujar Tanti dalam wawancara “Sinergi Indonesia” yang ditayangkan di akun YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI, dikutip Senin (19/1).

Baca Juga
Nasional

Mengaku Pegawai KPK, Seorang Wanita Diamankan Terkait Kasus Penipuan

Ia memaparkan alur kerja di dapur MBG berjalan berlapis dan sistematis. Setelah bahan baku dinyatakan layak, proses dilanjutkan ke tahap pemotongan. Setelah itu, bahan yang sudah langsung dimasak, dibagi sesuai porsi, dan disusun ke dalam ompreng.

“Selesai porsian, ompreng disusun sepuluh-sepuluh lalu langsung dikirim ke sekolah-sekolah,” katanya.

Tanti mengatakan semua bekerja sesuai prosedur operasional standar atau SOP. Para pekerja di dapur memakai masker dan sarung tangan. Ia yakin SPPG Paseban menjalani proses pembuatan hingga distribusi MBG sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua pakai masker, pakai alat kerja. Saya lihat sendiri karena terjun langsung, jadi enggak perlu diragukan,” tuturnya.

Pengalaman bekerja di SPPG Paseban juga membuat Tanti memahami langsung manfaat program MBG. Salah satu hal yang dirasakannya secara pribadi yaitu program MBG telah membuka lapangan kerja.

Tanti yang sudah berusia di atas 50 tahun mengaku begitu bersyukur bisa kerja di dapur SPPG Paseban. Prosesnya juga tak dipersulit.

“Saya benar nggak percaya, nggak yakin gitu, kok saya bisa diterima. Sedangkan saya kan umur saya kan udah lebih 50 tahun,” kata dia.

Selain itu, ia melihat antusiasme anak-anak sekolah saat menerima makanan bergizi. Anak hingga cucunya yang masih balita juga dapat MBG.

“Saya senang lihat anak-anak makan di sekolah. Anak saya juga dapat MBG, senang banget,” ujar Tanti.

Bertalian dengan itu, Tanti pun kerap mengadvokasi soal MBG ke orang-orang terdekat, terutama ke orang tua yang menolak MBG karena isu soal keamanan makanan. Ia pun berharap program MBG terus berlanjut.

“Harapan saya semoga saja MBG dilanjutin terus,” kata Tanti.

“Yang saya rasakan tuh kayak anugerah. Dari saya kenal, saya terjun di MBG. Anugerah, itu yang saya rasain,” ucapnya.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Nasional

Mengaku Pegawai KPK, Seorang Wanita Diamankan Terkait Kasus Penipuan

Admin Bimata·sekitar 1 bulan yang lalu·1 mnt
Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Aksi Guru Honorer di DPR
Nasional

Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti ke Massa Aksi Guru Honorer di DPR

Wahyu Widodo·sekitar 2 jam yang lalu
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”
Nasional

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”

Wahyu Widodo·sekitar 3 jam yang lalu
Nasional

Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Kapolda Metro Jaya Serahkan Pin Emas Kapolri ke Personel Ditresnarkoba

Admin Bimata·28 hari yang lalu·2 mnt

Diperbarui: sekitar 3 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.