Tina Wiryawati Dorong Gerakan Nyata Pelestarian Budaya Sunda Melalui Pencak Silat

BIMATA.ID, KUNINGAN — Budaya Sunda sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Arus budaya populer asing terus mengalir ke ruang hidup generasi muda, sementara upaya mengenalkan warisan budaya daerah belum bergerak secepat perubahan zaman. Peraturan Daerah tentang Kebudayaan Jawa Barat telah rampung dibahas dan disahkan DPRD Provinsi Jawa Barat.
Bagi Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., regulasi itu bukan sekadar produk hukum, melainkan fondasi untuk menjaga identitas masyarakat Sunda.
"Budaya itu akar kehidupan kita sehari-hari," kata Tina saat berbincang mengenai pentingnya pelestarian budaya daerah di hadapan para jurnalis, Minggu 31 Mei 2026.
Informasi daerah Politisi Partai Gerindra ini menjadi salah satu legislator yang sejak awal memberikan dukungan. Bahwa, kehadiran Perda Kebudayaan itu dinilai penting sebagai payung hukum agar budaya Sunda tidak semakin terpinggirkan oleh derasnya pengaruh budaya luar. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan.
Tina Wiryawati melihat ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal terus menghadapi tantangan baru seiring berkembangnya teknologi informasi dan media digital.
"Kalau tidak serius mempertahankan budaya dan menuangkannya ke dalam aturan yang nyata, saya khawatir generasi muda akan kehilangan akar budaya jati dirinya sendiri," ujar Anggota DPRD Jabar Dapil XIII (Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran) ini.
Jepang menjadi contoh yang sering ia sebut. Negeri Sakura itu, menurut Tina, mampu menembus pasar global bukan semata karena produknya, melainkan karena keberhasilan memperkenalkan budayanya terlebih dahulu.
Makanan, kesenian, hingga gaya hidup Jepang diterima masyarakat dunia karena memiliki fondasi budaya yang kuat. Situasi serupa, kata Tina, seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi Jawa Barat.
"Lalu budaya Sunda kita mau dibawa ke mana kalau tidak serius dijaga?" sahutnya.
Berita Terkait
Diperbarui: 6 menit yang lalu
Komentar (0)
Masuk untuk berkomentar.



