Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

21 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·30 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaEkonomiDapur MBG Ciptakan Rantai Ekonomi Lokal di NTT: IRT Dapat Kerja, Panen Petani Terserap
Ekonomi

Dapur MBG Ciptakan Rantai Ekonomi Lokal di NTT: IRT Dapat Kerja, Panen Petani Terserap

A
Admin Bimata
19 Februari 20262 menit baca7 dilihat

Sumba Barat Daya — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti tidak sekadar memberikan asupan nutrisi bagi siswa, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di tingkat desa.

Hal itu dirasakan oleh dapur MBG dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kadiwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berkat keberadaan dapur MBG, rantai ekonomi lokal menjadi hidup. Tercipta lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama ibu rumah tangga, hingga berdayanya petani lokal.

Kepala SPPG Kadiwano, Edwin Putra Kadege, mengatakan saat ini dapur MBG yang dia kelola melayani sekitar 2.000 penerima manfaat yang tersebar di 15 sekolah mulai dari jenjang taman kanak-kanan (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Baca Juga
Ekonomi

MBG Ciptakan Lapangan Pekerjaan Masif: Ekonomi Tumbuh dari Lapisan Terbawah

Ekonomi

Usai Terkena PHK, Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Ini Temukan Harapan Baru di Dapur MBG

Tentu saja kebutuhan akan bahan baku menjadi besar. Dan ini bisa dipenuhi melalui kerja sama dengan petani lokal. SPPG Kadiwano membutuhkan puluhan bahkan ratusan kilogram sayur-sayuran seperti kacang-kacangan, wortel, atau sawi.

“Jadi, memang kami memberdayakan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di sekitar SPPG. Dengan adanya MBG, manfaat tidak hanya untuk adik-adik sekolah, tapi lebih luas kepada masyarakat,” kata Edwin, Kamis (12/2).

Untuk menjaga stabilitas stok dan mencegah penumpukan hasil panen, SPPG juga mengatur jadwal suplai setiap minggunya. Hal ini dilakukan agar komoditas yang ditanam petani bisa terserap optimal.

“Ada yang tanam wortel, ada yang tanam sawi, terus ada yang fokus pisang. Supaya jangan menumpuk. Karena kalau menumpuk kewalahan juga,” kata dia.

Meski sebagian besar bahan baku sudah terpenuhi secara lokal, Edwin mencatat beberapa komoditas seperti telur atau kentang masih didatangkan dari luar kecamatan melalui UMKM. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi lokal masih minim.

Keberadaan dapur MBG pun menjadi berkah tersendiri bagi ibu rumah tangga (IRT). Mereka diberdayakan untuk memasak.

“Rata-rata yang kerja di kami itu adalah ibu rumah tangga yang selama ini tidak mendapatkan peluang bekerja,” kata Edwin.

Dulu, para IRT merasa tersisihkan. Mereka sulit sekali mencari kerja. Kini, dapur MBG bisa menampung para IRT. Mereka juga bersemangat untuk belajar dan berlatih demi bisa menyediakan menu makanan yang sehat dan bergizi.

Dampak paling terasa dari keberadaan program MBG, lanjut dia, adalah berubahnya pola perilaku siswa di sekolah. Dari yang tidak biasa sarapan, kini mereka teratur untuk makan sebelum belajar.

Edwin mendapatkan laporan dari para guru bahwa tingkat kehadiran siswa meningkat. Mereka lebih rajin masuk sekolah karena tahu ada makanan enak.

“Dari (informasi) guru-guru yang kami kunjungi, sejak adanya MBG ini, niat anak-anak masuk sekolah meningkat,” katanya.

Melihat dampak positif yang masif, Edwin berharap program MBG terus berlanjut tanpa henti. Menurutnya, program ini adalah solusi komprehensif untuk mengatasi kemiskinan dan gizi buruk di daerah pelosok.

Program ini juga sangat efektif untuk menciptakan rantai ekonomi lokal. Mesin ekonomi lokal bergerak dan penghasilan masyarakat bertambah.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Ekonomi

MBG Ciptakan Lapangan Pekerjaan Masif: Ekonomi Tumbuh dari Lapisan Terbawah

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·1 mnt
Ekonomi

Usai Terkena PHK, Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Ini Temukan Harapan Baru di Dapur MBG

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Dapur MBG di Sukoharjo Beri Ruang dan Harapan bagi Pekerja Penyandang Disabilitas

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt
Ekonomi

Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Belanja Dipercepat, Ekonomi Membaik

Admin Bimata·3 bulan yang lalu·2 mnt

Diperbarui: sekitar 2 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.