Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

20 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  3. 3
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    Nasional·sekitar 2 bulan yang lalu

  5. 5
    Di Pelabuhan Merak, Tim Itwasum Polri Cek Kesiapan Personel Jelang Idul Fitri

    Nasional·2 bulan yang lalu

  6. 6
    Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Indonesia0#Olahraga0#Pemerintah0#Lingkungan0#Politik0#Hiburan0#Teknologi0#Ekonomi0#Internasional0#Kesehatan0
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaPendidikanWisnu Wijaya Mendorong Anggaran Khusus untuk Pendidikan Inklusi
Pendidikan

Wisnu Wijaya Mendorong Anggaran Khusus untuk Pendidikan Inklusi

A
Admin Bimata
16 Oktober 20232 menit baca2 dilihat

BIMATA.ID, Makassar – Anggota Komisi VIII DPR RI, Wisnu Wijaya, telah menggarisbawahi implementasi pendidikan inklusi di sekolah-sekolah umum di Indonesia.

Menurutnya, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perkembangan pendidikan inklusi di Indonesia telah berjalan positif. Hingga saat ini, sudah ada minimal 40.928 sekolah di Indonesia yang menjalankan program pendidikan inklusi.

Wisnu Wijaya mengungkapkan pandangan ini saat berbicara di Forum Tingkat Tinggi ASEAN yang berjudul “The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership Beyond 2025,” yang diadakan di Hotel Four Points, Makassar, pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga
Pendidikan

454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki, Pemerintah Percepat Perbaikan Pendidikan di Daerah Transmigrasi

Pendidikan

Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut

Baca Juga : Relawan Garuda Deklarasi Dukung Prabowo, Sekjen Gerindra: Anak Muda Jangan Berhenti Berjuang

Dengan merujuk pada data dasar pendidikan (Dapodik) per Desember 2022, Wisnu menjelaskan bahwa ada sekitar 40.928 sekolah yang menjalankan pendidikan inklusi, mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), serta sekolah menengah kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta. Dari sekolah-sekolah ini, sekitar 135.946 peserta didik dengan kebutuhan khusus telah mengikuti pembelajaran di lingkungan inklusif ini.

“Dalam kurun waktu sejak tahun 2010 hingga tahun 2022, jumlah peserta didik yang mengikuti pendidikan inklusi mengalami peningkatan signifikan, dari 15 ribu orang menjadi 135 ribu orang. Hal ini tidak lepas dari peran sekolah dalam menyediakan guru pembimbing khusus yang mendidik, melatih, dan mengevaluasi peserta didik dalam menjalankan pendidikan inklusi. Meskipun begitu, hanya kurang dari 13 persen sekolah yang memiliki pendidik terlatih dalam pendidikan inklusi,” jelas Wisnu kepada media, Senin (16/10).

Wakil rakyat yang mewakili daerah pemilihan Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kendal ini menekankan betapa pentingnya peran guru pembimbing khusus dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi. Dia mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran khusus guna memenuhi kebutuhan tenaga terlatih di sekolah inklusi.

Simak Juga : Relawan Matahari 08 Bedah Makna Nama Prabowo: Orang Ejek dan Fitnah Cukup Senyumin Aja

“Kami di DPR siap untuk menjadi jembatan antara Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Sosial guna membahas kebijakan anggaran yang tepat untuk meningkatkan jumlah tenaga profesional di sekolah inklusi. Tujuan dari pendidikan inklusi adalah untuk memastikan akses yang setara bagi semua anak sesuai dengan kebutuhan mereka, dan kita harus benar-benar mencapai tujuan tersebut,” kata anggota Fraksi PKS tersebut.

Wisnu juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur sekolah dan kesejahteraan guru, yang harus sejajar dengan besarnya tanggung jawab yang mereka emban. Dia menegaskan bahwa pendidikan inklusi harus benar-benar mewujudkan akses yang setara dan berkelanjutan bagi semua anak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Berita Terkait

Lihat semua
Pendidikan

454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki, Pemerintah Percepat Perbaikan Pendidikan di Daerah Transmigrasi

Admin Bimata·2 bulan yang lalu·2 mnt
Pendidikan

Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut

Admin Bimata·4 bulan yang lalu·1 mnt
Pendidikan

Legislator Gerindra Salurkan PIP di Blitar, Perkuat Akses Pendidikan Siswa Madrasah

Admin Bimata·4 bulan yang lalu·2 mnt
Pendidikan

Siswi SMA Taruna Nusantara Kagumi Sosok Prabowo: Berani Berjuang untuk Rakyat dan Pendidikan

Admin Bimata·4 bulan yang lalu·2 mnt

Diperbarui: sekitar 2 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.