Bimata

Berita Terpercaya Indonesia

21 Mei 2026

Beranda
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
Opini Publik
✍ Kirim Tulisan

Trending

  1. 1
    Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Kapolda Metro Jaya Serahkan Pin Emas Kapolri ke Personel Ditresnarkoba

    Nasional·29 hari yang lalu

  2. 2
    Semangat Hari Kartini, Polwan Polda Metro Jaya Hadir Lewat Edukasi dan Bakti Sosial

    Nasional·30 hari yang lalu

  3. 3
    Polda Metro Jaya Bongkar Elpiji Subsidi Oplosan, Senilai Hingga Rp 2 Milyar

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  4. 4
    Komisi V DPR Apresiasi Kenaikan Biaya Tiket Haji Ditanggung Pemerintah

    Nasional·sekitar 1 bulan yang lalu

  5. 5
    PT Karunia Jasindo Dukung Riset dengan Reagent Berkualitas

    Bisnis·sekitar 2 bulan yang lalu

  6. 6
    8 Tips Memilih Service AC Jogja Sleman Bantul Terbaik

    Bisnis·sekitar 1 bulan yang lalu

Lihat semua trending →

Topik Populer

#Prabowo Subianto9#Prabowo9#Ekonomi3#BUMN2#Ekspor2#Hari Kebangkitan Nasional2#Makro1#Bank Negara1#Bunga Kredit1#Rakyat Miskin1#Himbara1#Menteri1#Birokrasi1#SDA1#Pasal 33 UUD 19451#Guru1#Indonesia1#Paripurna DPR RI1
Bimata

Berita Terpercaya Indonesia. Portal berita digital terpercaya — aktual, berimbang, mendalam.

FacebookInstagramTwitter / X

Kategori

  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini Publik

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Newsletter

Berita pilihan langsung ke inbox Anda setiap pagi.

© 2026 Bimata — Berita Terpercaya Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.

RSSAtom
BerandaNasionalCara TNI Membangun Jembatan di Wilayah Bencana Aceh
Nasional

Cara TNI Membangun Jembatan di Wilayah Bencana Aceh

A
Admin Bimata
20 Januari 20262 menit baca6 dilihat

Jakarta — Pemerintah bersama TNI terus bergerak cepat memulihkan infrastruktur pasca-banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Salah satu fokus utama adalah membuka kembali akses jalan dan jembatan yang terputus agar mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dapat segera berjalan normal.

Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyon Zipur) 16, Letkol CZI Rudy Haryanto, menjelaskan bahwa berdasarkan data posko penanganan bencana, sedikitnya terdapat 492 jembatan di Aceh yang mengalami kerusakan atau terputus akibat banjir. Kerusakan tersebut bervariasi, mulai dari jembatan permanen hingga jembatan gantung.

“Dari 492 ini kami memprioritaskan untuk jembatan-jembatan yang memang jembatan nasional atau pun jalan alternatif yang memang tercepat untuk dapat membuka jalan ke daerah yang saat ini dibilang terisolasi. Itu daerah Bener Meriah dan Takengon,” uja Rudy dalam wawancara Sinergi Indonesia di YouTube Bakom RI, dikutip Senin (19/1).

Proses pembangunan jembatan darurat tidak berjalan mudah. Banyak jembatan tertutup material banjir berupa kayu, puing rumah, bahkan ada yang hanyut sepenuhnya. Di sejumlah lokasi, jembatan masih berdiri, namun akses jalan menuju jembatan tergerus aliran sungai yang meluap.

“Seperti yang kami buat di Teupin Mane, di daerah Juli (Bireuen), sebelumnya sungai dengan kelebaran 120 menjadi 180 meter. Itu merupakan tantangan tersendiri untuk dapat, pertama membersihkan wilayah kerjanya dulu, setelah itu kita mempersiapkan untuk memasang jembatan darurat agar dapat menghubungkan jalan yang terputus itu,” jelasnya.

Rudy menyampaikan bahwa setelah banjir terjadi pada 26 November, personel TNI di wilayah segera turun melakukan pemantauan. Begitu air mulai surut, jajaran Kodim setempat bersama masyarakat dan pemerintah daerah langsung melakukan pembersihan. Batalyon Zipur 16 yang bermarkas di Banda Aceh mulai masuk ke lokasi pada awal Desember untuk mempersiapkan pemasangan jembatan pengganti.

Dalam kondisi keterbatasan alat berat, prajurit mengandalkan tenaga manusia. Dukungan alat berat dari pemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum turut membantu mempercepat pembersihan material yang menyangkut di jembatan.

“Perintahnya adalah segera untuk membangun jembatan. Di sana kita juga sebelumnya melihat kondisi masyarakat yang harus menyeberang menggunakan sampan, bahkan ada yang membentangkan tali dan menggunakan keranjang. Melihat kondisi seperti itu hati kami terketuk,” kata dia.

Ia menegaskan, prajurit bekerja siang dan malam dengan sistem shift selama 24 jam agar jembatan dapat segera digunakan masyarakat. Salah satu lokasi tersulit adalah Jembatan Teupin Reudeup di wilayah Awe Geutah, jalur alternatif strategis Bireuen–Lhokseumawe. Keterbatasan ruang kerja serta material yang merupakan gabungan dari struktur lama menuntut improvisasi agar jembatan tetap aman dilalui.

Rudy menambahkan, keberhasilan pembangunan jembatan tidak lepas dari kerja sama lintas instansi, termasuk dukungan BPJN Aceh dan Kementerian PUPR dalam penyediaan material dan logistik.

“Jadi kita saling bantu-membantu untuk logistik. Alhamdulillah kita tercukupi juga, sehingga anggota tetap bisa melaksanakan pemasangan jembatan dengan kondisi yang ibaratnya tercukupi untuk logistiknya,” katanya.

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram
A

Admin Bimata

Penulis

Pemimpin redaksi portal berita Bimata.

Lihat semua artikel

Artikel Lainnya di Nasional

Lihat semua
Bareskrim Polri Musnahkan Ribuan Kilogram Bawang Impor Ilegal dari Jalur Tikus Perbatasan Malaysia
Nasional

Bareskrim Polri Musnahkan Ribuan Kilogram Bawang Impor Ilegal dari Jalur Tikus Perbatasan Malaysia

Wahyu Widodo·sekitar 1 jam yang lalu
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp 15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Nasional

Prabowo: Selama 34 Tahun Rp 15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

Dwi Fatimah·sekitar 1 jam yang lalu
Prabowo: USD343 Miliar Kekayaan Indonesia Mengalir ke Luar Negeri dalam 22 Tahun, Penyebab Gaji Guru Kecil
Nasional

Prabowo: USD343 Miliar Kekayaan Indonesia Mengalir ke Luar Negeri dalam 22 Tahun, Penyebab Gaji Guru Kecil

Dwi Fatimah·sekitar 2 jam yang lalu
Prabowo: Ekonomi Indonesia Harus Kembali pada Falsafah Pasal 33 UUD 1945
Nasional

Prabowo: Ekonomi Indonesia Harus Kembali pada Falsafah Pasal 33 UUD 1945

Dwi Fatimah·sekitar 2 jam yang lalu

Diperbarui: sekitar 14 jam yang lalu

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.