Menuju Indonesia Sejahtera: Presiden Prabowo Jadikan APBN 2027 Benteng Pelindung Rakyat

BIMATA.ID, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia resmi mulai merancang arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebagai fondasi kokoh untuk lompatan ekonomi masa depan. Di tengah tantangan global yang belum sepenuhnya reda, pemerintah menunjukkan optimisme tinggi dengan memasang target pertumbuhan ekonomi yang progresif di angka 5,8% hingga 6,5%.
Langkah ini bukan sekadar hitungan angka di atas kertas, melainkan sebuah komitmen konkret untuk menerjemahkan amanat konstitusi ke dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat. Saat menyampaikan arah kebijakan ini di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5), Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan sumpah dan tanggung jawab besarnya di hadapan seluruh rakyat Indonesia:
“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, tugas saya untuk menjalankan UUD 1945, saya bertanggung jawab untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Bertanggung jawab untuk memajukan kesejahteraan,”ujar Presiden Prabowo.
Presiden menggarisbawahi bahwa APBN harus dipandang sebagai instrumen strategis nasional. Anggaran negara dirancang bukan hanya untuk mencatat penerimaan dan belanja, melainkan menjadi motor penggerak utama pembangunan yang berkeadilan. Beliau membakar semangat sidang paripurna dengan menyatakan:
“APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar dan sendi ekonomi bangsa. Alat untuk memastikan setiap warga negara bisa hidup lebih sejahtera, dan menjadi alat menjadi pedoman kita ke depan,”ungkapnya.
Optimisme tersebut ditopang oleh kerangka makro yang terukur. Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah mematok inflasi terjaga di level 1,5–3,5% dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800–17.500 per USD. Dari sisi postur anggaran, pendapatan negara ditargetkan sebesar 11,82–12,40% dari PDB, dengan belanja negara di angka 13,62–14,80% dari PDB, serta defisit anggaran yang sehat di level 1,80–2,40% dari PDB.
Berita Terkait
Diperbarui: sekitar 1 jam yang lalu
Komentar (0)
Masuk untuk berkomentar.



